Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Kamis, 25 Juni 2026, Juni 25, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-25T13:13:42Z
PASAMAN

Sinergitas Kemenag Kabupaten Pasaman dan BAZNAS Pasaman Peduli Anak Yatim & Desabilitas

 


Pasaman -- Suaradaerahnews.com

Cinta yang sesungguhnya tidak selalu hadir dalam kata-kata. Ia hidup dalam kepedulian, bergerak dalam tindakan, dan terasa ketika mampu menyentuh mereka yang sering luput dari perhatian.


Semangat itulah, yang tampak dalam kolaborasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman bersama Baznas Kabupaten Pasaman, melalui Program Nasional Lebaran Bersama Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.


Bertempat di Aula H. Helmi R Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Kamis (25/6), sebanyak sembilan anak yatim dan satu penyandang disabilitas menerima bantuan zakat masing-masing sebesar Rp400.000.



Bantuan tersebut, disalurkan melalui sinergi aktif Kementerian Agama dan Baznas Pasaman, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.


Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Pasaman, Yunedi, menjelaskan bahwa para penerima manfaat merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berhak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan sentuhan kasih sayang dari seluruh elemen masyarakat.


"Mereka bukan hanya penerima bantuan, tetapi bagian dari amanah sosial yang harus dijaga bersama. Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa zakat harus mampu menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, H. Rali Tasman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata hadirnya negara di tengah anak yatim dan penyandang disabilitas.


Menurutnya, keberadaan zakat tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif, tetapi harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan perlindungan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


"Anak yatim dan penyandang disabilitas harus merasakan bahwa negara hadir untuk mereka. Kita ingin zakat tidak sekadar tersalurkan, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan yang membutuhkan," tegasnya.


Pada kesempatan itu, Rali Tasman juga menyampaikan pandangan konstruktif terhadap pengelolaan zakat ke depan. Ia menilai Baznas sebagai lembaga umat yang independen harus terus memperkuat inovasi dan keberanian untuk bergerak lebih luas di tengah masyarakat.


Menurutnya, Baznas tidak cukup hanya bergantung pada penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi perlu membangun ekosistem zakat yang lebih besar, lebih kreatif, dan lebih berdampak.


"Potensi zakat umat jauh lebih luas dari yang selama ini tergarap. Karena itu, Baznas harus berani keluar dari zona nyaman, memperluas jaringan muzakki, memperkuat edukasi zakat, dan membangun kepercayaan publik melalui program-program yang nyata manfaatnya," katanya.


Ia juga mendorong agar pola pelayanan kepada mustahik semakin proaktif. Pendekatan berbasis proposal semata perlu dilengkapi dengan gerakan jemput bola melalui pemetaan kondisi riil masyarakat.


"Kemiskinan tidak selalu mampu mengetuk pintu bantuan. Kadang mereka yang paling membutuhkan justru tidak pernah mengajukan permohonan. Karena itu, lembaga zakat harus hadir lebih dulu, melihat langsung kondisi lapangan, lalu bertindak," ujarnya.


Pandangan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, H. Asnil.


Ia menyampaikan apresiasi atas energi, gagasan, dan sinergi yang terus dibangun Kementerian Agama Kabupaten Pasaman dalam memperkuat peran zakat di tengah masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat harus terus berkembang mengikuti kebutuhan umat dan tantangan sosial yang semakin kompleks.


"Kami menyambut baik berbagai masukan dan semangat kolaborasi yang dibangun Kementerian Agama. Sinergi seperti ini sangat diperlukan agar Baznas semakin berdampak, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta mampu menebar maslahat dan menguatkan umat," ungkap Asnil.


Asnil juga menginformasikan upaya yang tengah dan telah dilakukan Baznas di negeri ini. Tahun 2026,telah menyentuh seribuan mustahil. Baik yatim, miskin, beasiswa untuk pendidikan anak-anak dhuafa dan lainnya.


Salah seorang anak yatim Aurel, kepada Humas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenag dan Baznas Pasaman. Baginya, sangat membantu untuk kebutuhan pendidikannya. 


Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, sorotan editorial Pranata Humas, kegiatan ini menghadirkan pesan penting bahwa cinta sosial tidak cukup diwujudkan melalui simpati, tetapi harus diterjemahkan menjadi keberpihakan nyata kepada mereka yang membutuhkan.


Di tengah berbagai tantangan sosial, anak yatim dan penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang patut dikasihani, melainkan warga bangsa yang berhak memperoleh kesempatan, perhatian, dan penghormatan yang sama.


Karena pada akhirnya, arti cinta bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa besar kepedulian yang mampu diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.


Dan pada hari itu, cinta menemukan maknanya melalui sentuhan nyata sinergitas Kementerian Agama Kabupaten Pasaman dan Baznas ranah Pasaman. (Yunedi).