Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Stop karhutla Pemkab Rohil

Stop karhutla Pemkab Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat hari Raya idul adha

Selamat hari Raya idul adha

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Selasa, 28 April 2026, April 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-28T06:13:42Z
Berau

Setelah Layanan Hemodialisa (Cuci Darah) Menyusul Layanan CATHLAB Akan Buka di RSUD dr.Abdul Rivai


Berau - Suaradaerahnews.com

RSUD dr. Abdul Rivai menjawab peningkatan layanan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, dalam perjalanannya dari layanan spesialis yang tidak ada menjadi ada, dari yang seharusnya dirujuk kini dapat ditangani oleh satu satunya rumah sakit rujukan dikabupaten berau ini, penambahan layanan spesialis saraf yang sempat buka tutup kemudian buka kembali, spesialis jantung, spesialis gigi anak, spesialis bedah mulut, spesialis gizi klinik, serta penambahan jumlah dokter spesialis untuk 4 layanan dasar dan 3 penunjang dalam memenuhi layanan dokter spesialis, kemudian RSUD dr. Abdul Rivai juga telah memiliki layanan hemodialisa/cuci darah yang sudah beroperasi sejak tahun 2024.


Tidak berpuas dalam meningkatkan layanan baru,untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan jantung dan pembuluh darah, RSUD dr Abdul Rivai kini sedang mempersiapkan  penambahan layanan untuk  memudahkan dan mempercepat penyembuhan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah yakni Cathlab (Catheterization Laboratory) atau yang biasa disebut katerisasi jantung.


Dimana dr. Zulkarnain Muin,Sp.JP,FIHA yang merupakan dokter Spesialis Jantung yang berstatus dokter PNS di RSUD dr. Abdul Rivai sedang mengikuti  “Fellowship Kardiologi Intervensi” di Rumah Sakit di *China* yakni *Rizhao International Heart Hospital*.


Program ini akan ditempuh selama 12 bulan dimana beliau mendapatkan panggilan dari Kementerian Kesehatan serta harus melanjutkan study ke China dikarenakan Kabupaten Berau akan mendapatkan bantuan alat untuk Fasilitas Cathlab (Alat Kateterisasi Jantung).Hal ini merupakan salah satu syarat agar alat tersebut dapat diberikan ke RSUD dr. Abdul Rivai Berau, syaratnya ialah SDM harus ada, dimana dokter spesialis jantung nya harus melanjutkan pendidikan Fellowship Kardiologi Intervensi tersebut.


"Alhamdulillah selama mengikuti program Fellowship ini, saya berhasil melalui tahapan-tahapan untuk mendapatkan bantuan beasiswa dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).Selama pendidikan Fellowship, saya dilatih dan diajarkan terkait tindakan-tindakan seperti Kateterisasi jantung untuk melihat struktur dan kelainan di pembuluh darah jantung, serta teknis dan panduan terkait pemasangan ring jantung jika ditemukan sumbatan dari hasil kateterisasi jantung tersebut" tutur dokter zul dalam keterangnnya melalui chat WA,


Menurut Putra dari Bapak Alm.Ir.H. Abdul Muin Kalu,MM dan dr.Hj. Nurmin Baso Madandan,Sp.Rad,M.Kes ini Respon Rumah Sakit dan masyarakat di china sangat baik, mereka menyambut dengan sangat ramah atas kehadirannya di sini, Saat ini saya masih beradaptasi terhadap beberapa hal baru, mulai dari bahasa, cuaca (yang saat ini masih cukup dingin berkisar 10 - 18 derajat), transportasi (karena di china mostly menggunakan bus dan kereta untuk bepergian), dan tentunya makanan juga yang jelas berbeda dengan di Indonesia.


Dan di China juga ada banyak aplikasi yang tidak bisa dibuka seperti Whatsapp, Instagram, Tiktok, dan bahkan Google sekalipun, sehingga membutuhkan penyesuaian di awal-awal masa adaptasi saya ini.


Dari segi bahasa mungkin yang agak susah karena banyak masyarakat di china yang tidak paham bahasa inggris.

Namun kendala bahasa tidak menghambat kami untuk belajar di rumah sakit ini, karena mentor/konsulen yang membimbing kami bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris.

Dan sedikit-sedikit kami juga mulai belajar bahasa china yang simple terkhusus untuk paham instruksi / arahan selama belajar di Rumah Sakit ini.


Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pemerintahan Kabupaten Berau, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdul Rivai Berau, Kementerian Kesehatan (Pak Aristo, Drg. Dhani, mba Alfi, mba Vania), serta Kementerian Keuangan dalam hal ini LPDP, yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti program Fellowship ini.


Semoga dengan ilmu yang didapatkan selama Fellowship, ditunjang dengan Fasilitas nantinya di Rumah sakit dr. Abdul Rivai Berau, serta kerjasama yang baik dengan BPJS agar nantinya prosedur tersebut bisa berjalan dengan baik di RS Berau, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Berau.


Akhir kata saya memohon doanya agar segala urusan terkait study saya ini bisa berjalan dengan lancar, dan saya juga diberikan kesehatan selama menempuh pendidikan di sini. Tutup dokter zul.(Rudi)