Rokan Hilir — Suaradaerahnews.com P8
Ketua BEM Nusantara Riau, Nanang, meminta pihak manajemen RSUD Pratomo Bagansiapiapi serta seluruh pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.
Evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut kecepatan penindakan dan pengobatan pasien, tetapi juga mencakup pelayanan konsumsi pasien, khususnya terkait ketepatan waktu distribusi makanan, kualitas makanan, kecukupan konsumsi, serta mekanisme pengawasan terhadap pelayanan konsumsi selama pasien menjalani perawatan.
Menurut Nanang, pelayanan kesehatan merupakan satu kesatuan. Pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis yang cepat dan tepat, tetapi juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar selama menjalani perawatan, termasuk konsumsi yang layak dan diberikan sesuai jadwal.
“Jangan hanya berbicara mengenai tindakan medis. Pelayanan konsumsi pasien juga merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit. Jika distribusi makanan kepada pasien lambat, tidak tepat waktu, tidak sesuai kebutuhan pasien, atau terdapat persoalan lainnya, maka hal tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi serius,” tegas Nanang.
BEM Nusantara Riau meminta pihak RSUD Pratomo Bagansiapiapi untuk melakukan pemeriksaan terhadap:
1. Kecepatan dan ketepatan penanganan pasien, terutama pasien yang membutuhkan tindakan segera.
2. Ketepatan waktu pemberian konsumsi kepada setiap pasien sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
3. Kualitas, kebersihan, keamanan, dan kelayakan makanan yang diberikan kepada pasien.
4. Kesesuaian makanan dengan kebutuhan dan kondisi pasien berdasarkan ketentuan pelayanan gizi rumah sakit.
5. Sistem distribusi konsumsi, termasuk memastikan tidak ada pasien yang terlambat atau terlewat mendapatkan makanan.
6. Pengawasan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan konsumsi pasien.
7. Mekanisme pengaduan pasien dan keluarga apabila terjadi keterlambatan atau kekurangan dalam pelayanan konsumsi.
Nanang menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan untuk menyerang tenaga kesehatan maupun institusi rumah sakit secara pribadi.
“Kalau ada sistem yang lelet, maka sistemnya harus diperbaiki. Kalau ada petugas yang lalai, harus dievaluasi sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai pasien yang sedang sakit justru harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan medis maupun kebutuhan konsumsi,” ujar Nanang.
BEM Nusantara Riau juga mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan RSUD Pratomo Bagansiapiapi apabila terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan keterlambatan penanganan maupun konsumsi pasien.
“Kami meminta semua pihak yang bertanggung jawab untuk segera bertindak. Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang harus mengutamakan keselamatan, kenyamanan, kepastian pelayanan, dan hak-hak pasien. Jika memang terdapat kekurangan, lakukan evaluasi dan perbaikan secara nyata dan transparan,” tegasnya.
BEM Nusantara Riau berharap persoalan tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sistem pelayanan secara menyeluruh, sehingga masyarakat Rokan Hilir mendapatkan pelayanan rumah sakit yang profesional, cepat, tepat, manusiawi, dan bertanggung jawab.(Rls/Fauzan)
Sumber :(Ketua BEM Nusantara Riau)

