Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Sabtu, 29 Agustus 2026, Agustus 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-29T13:55:15Z
KAMPAR

34 Tahun Pindah Kampung, Pulau Gadang Bangkit dari Sejarah: Bupati Kampar Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

 


XIII Koto Kampar – Suaradaerahnews.com

Tiga puluh empat tahun bukan waktu yang singkat. Dari meninggalkan kampung halaman hingga membangun kehidupan baru, masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar khususnya Desa Pulau Gadang membuktikan bahwa sejarah bukan untuk dilupakan, melainkan dijadikan kekuatan untuk melangkah lebih jauh.


Semangat itulah yang terasa dalam Festival Budaya Mangonang Kampuong Lamo dalam rangka memperingati 34 tahun perpindahan Desa Pulau Gadang, Sabtu (29/8/2026). 


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, S.Ag, M.Si, kepala OPD  serta dihadiri oleh tokoh adat, ninik mamak, tokoh agama, tokoh masyarakat dan generasi muda. festival ini sangat meriah yang ditandai dengan menampilkan berbagai kenangan masa lalu terhadap gambaran kehidupan sosial masyarakat, mata pencaharian, ekonomi, model berpakaian maupun kehidupan keagamaan yang begitu kuat dianut masyarakat hingga sekarang. 


Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengapresiasi masyarakat Pulau Gadang yang terus merawat sejarah dan budaya melalui Mangonang Kampuong Lamo. Menurutnya, perjalanan 34 tahun harus menjadi inspirasi untuk memperkuat kebersamaan dan membangun daerah.


“Jangan hanya mengenang masa lalu, tetapi jadikan sejarah sebagai kekuatan untuk bangkit. Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan orang tua, ninik mamak, alim ulama dan seluruh masyarakat,” ujar Bupati.


Ia berharap Mangonang Kampuong Lamo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi agenda budaya yang mampu mengenalkan sejarah dan jati diri Pulau Gadang kepada generasi muda.


“Generasi muda harus tahu dari mana mereka berasal, menghargai perjuangan leluhur dan meneruskan nilai-nilai kebersamaan untuk membangun masa depan,” tambahnya.


Di tengah kegiatan budaya tersebut, mengingat musim panas dan kebakaran serta asap, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, Ia menegaskan, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan tanggung jawab bersama.


“Jangan sampai kita terlambat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan agar api tidak meluas. Mari kita jaga Kampar bersama-sama,” tegasnya.


Sementara itu Kepala Desa Pulau Gadang Sofyan Dt. Majosati mengatakan Mangonang Kampuong Lamo merupakan sejarah penting bagi masyarakat setelah perpindahan dari Pulau Gadang lama ke desa yang ditempati saat ini.


“Setelah 34 tahun, ini menjadi momentum kehidupan baru bagi kami untuk terus menatap masa depan dan mewujudkan Desa Pulau Gadang yang semakin maju dan berkembang,” ujarnya.


Festival tersebut akhirnya bukan sekadar tentang mengenang kampung yang lama, tetapi tentang bagaimana sebuah masyarakat mengubah sejarah, pengorbanan dan kebersamaan menjadi energi untuk membangun masa depan. ( Safriyal)