Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Kamis, 23 Juli 2026, Juli 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-23T11:41:25Z
LAMPUNG

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan Usai Santap Makanan, Polisi Kawal Penyelidikan hingga Hasil Lab Terbit

 


Tanggamus –Suaradaerahnews.Com 

Delapan siswa SMP Negeri 1 Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, mengalami keluhan mual, muntah, pusing, sakit kepala, hingga sebagian mengalami buang air besar (BAB) cair setelah mengonsumsi makanan pada Rabu (22/7/2026). Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Talang Padang bergerak cepat melakukan identifikasi, koordinasi lintas instansi, serta mengawal proses penyelidikan hingga hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan.


Kapolsek Talang Padang IPTU Harunur Rasyid, S.H., M.H., mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima informasi. Polisi berkoordinasi dengan pihak SMPN 1 Talangpadang, UPT Puskesmas Talangpadang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung, serta instansi terkait guna memastikan penanganan para siswa dan mengumpulkan bahan keterangan.


Berdasarkan hasil penelusuran, menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum dibagikan kepada para siswa, seorang guru yang bertugas sebagai penanggung jawab (PIC) terlebih dahulu melakukan uji konsumsi. Setelah menunggu sekitar 15 menit tanpa mengalami keluhan, makanan kemudian didistribusikan kepada sekitar 830 siswa beserta dewan guru.


Sekitar pukul 10.20 WIB para siswa mulai menyantap makanan. Namun sekitar pukul 12.00 WIB, delapan siswa mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan sebagian mengalami BAB cair. Pihak sekolah segera membawa mereka ke UPT Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Dari delapan siswa yang mengalami keluhan, lima siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani observasi dan perawatan di UPT Puskesmas Talangpadang," ujar IPTU Harunur Rasyid mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.


Kapolsek menjelaskan, berdasarkan hasil anamnesis petugas kesehatan, terdapat fakta bahwa lima dari delapan siswa mengaku juga mengonsumsi sate usus yang dibeli di kantin sekolah selain menu MBG. Temuan tersebut menjadi salah satu bahan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan.

Sementara itu, Dokter UPT Puskesmas Talangpadang, dr. Asha Dwi Apsari, menjelaskan bahwa gejala yang dialami para siswa diduga merupakan reaksi tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi. Meski demikian, penyebabnya belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.


"Sampel makanan MBG dan sampel muntahan siswa telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung melalui pendampingan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala SPPG Sinar Betung, Muzaki Dewantara, bersama ahli gizi dan tim pengawas turut mendatangi sekolah serta puskesmas guna melakukan koordinasi. Pihak SPPG juga menyerahkan sampel makanan kepada petugas kesehatan dan memastikan seluruh bahan baku diterima dalam kondisi baik serta diolah sesuai standar operasional yang berlaku.

Adapun menu MBG yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih, tahu goreng, ayam saus mentega, oseng buncis dan jagung, serta buah jeruk.

Polsek Talang Padang menegaskan akan terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, serta mengawal proses pemeriksaan laboratorium hingga hasil resmi diterbitkan.


"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua siswa, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penyebab keluhan para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari instansi yang berwenang," tegas IPTU Harunur Rasyid.(Wik)