Pekanbaru - Suaradaerahnews.com
Siapa sangka seorang wali kota pekanbaru Agung Nugroho dan Markarius Anwar saat kampanye beri janji program untuk perubahan besar kepada masyarakat dan wajah kota pekanbaru, kini satu tahun lebih dilantik jadi Wali Kota Pekanbaru tancap gas bawa perubahan besar. Bukan hanya wancana, tapi kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar mencatat Pekanbaru alami kemajuan terstruktur hingga melampaui target.
Seluruh Program Agung Nugroho dan Markarius Anwar, bertujuan jadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor, Sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan.
Lalu Penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal, Penertiban 175 tiang reklame, Pelayanan publik melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan, Pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer.
Kemudian Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan, Solidaritas Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masingmasing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.
Selanjutnya Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an, Program Zero Putus Sekolah berhasil dapat menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah, sukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.
Gaya hidup sehat didukung melalui Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp 100 Juta per RW, sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat kapasitas aparatur.
Agung Nugroho lakukan Perbaikan infrastruktur diberbagai titik tercatat melampaui target lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.
Agung Nugroho juga buka Bazaar Pangan Murah berlangsung di 50 lokasi untuk menjaga daya beli masyarakat, kemudian dari sisi tata kelola, utang warisan senilai Rp 467 miliar berhasil dilunasi, masuk investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.
Sebagai Bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.
Dalam bidang lingkungan, Kota Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting. (Nardi/Adv)



