Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Stop karhutla Pemkab Rohil

Stop karhutla Pemkab Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat hari Raya idul adha

Selamat hari Raya idul adha

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-14T13:43:30Z
PASAMAN

Rano Karno Dan Bupati Welly Suhery Sepakat Jadikan Bonjol Magnet Pariwisata Historis, Rumah Budaya Sukarno M. Nur Siap Dibangun

 


Pasaman,- Suaradaerahnews.com

Hal menarik dari _"Pulang Kampuang"_ Rano Karno ke Bonjol Kabupaten Pasaman dan usai melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi bersejarah di Bonjol adalah munculnya gagasan dan ide besar dari Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dan Bupati Pasaman Welly Suhery untuk menjadikan Pasaman khususnya Bonjol jadi magnet pariwisata historis terkenal Indonesia.


Kenapa tidak!, hal itu ia utarakan setelah mengunjungi beberapa lokasi bersejarah pada momen pulang kampuangnya kali ini ke Bonjol, Pasaman seperti mengunjungi museum Tuanku Imam Bonjol di Equator. 


Tak hanya itu Rano Karno juga mengunjungi benteng Tajadi, yakni sebuah benteng tameng perlawanan rakyat Bonjol yang dipimpin Imam Bonjol dahulu kala saat menghadapi kaum penjajah Belanda. 


Bahkan kunjungannya yang menarik sampai ia terpana saat anjangsana ke kediaman rumah dokter tersohor asal Pasaman, Ahcmad Mukthar, dilokasi ini ia kagum dan terkesima, kenapa tidak ia melihat dan mendengar sosok Ahmad Muchtar adalah sosok legendaris dokter asal Bonjol dizamannya yang kini namanya di abadikan menjadi nama Rumah Sakit di Bukittinggi.


Hal inilah yang membuat ia tertarik dan ia sampaikan kepada Bupati Pasaman Welly Suhery disela sela kunjungan lokasi rumah peninggalan keluarga Rano Karno yang sudah ambruk diterjang banjir beberapa waktu yang silam.


Dihadapan Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang akrab di sapa _"Si Doel"_ terpikat dengan berbagai peninggalan sejarah yang ada di Bonjol.

"Saya sudah bisik-bisik dengan Bapak Bupati Bang Welly Suhery, kami akan susun langkah-langkah strategis, termasuk penyelesaian RT/RW Pasaman". Ujar Gubernur fenomenal itu.


Dihadapan Bupati Pasaman serta sejumlah pemuka adat Bonjol, Rano Karno tepat dilokasi rumah tua peninggalan ayahandanya Soekarno M.Nur kampuang Jambak, Bonjol Pasaman ia menegaskan bahwa ia akan mendirikan Rumah Budaya bernama Sukarno M. Nur yangbakan dapat dijadikan pusat literasi budaya masa depan oleh Pasaman.


Rano Karno juga menyambut baik harapan-harapan yang disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery, agar Rano Karno sebagai turunan Bonjol, kedepan berkenan membawa Kabupaten Pasaman lebih maju dan berkembang dimasa mendatang.

"Kedepan kita tindaklanjuti Bapak Bupati dengan langkah-langkah konkrit". Ujar Rano Karno.


Sebagaimana diketahui, usai kegiatan makan bajamba Rano Karno melanjutkan kegiatan dengan niat kepulangannya ke Bonjol yakni mengunjungi rencana lokasi pembangunan Rumah Budaya orang tuanya Sukarno M. Nur Ayahandanya putra dari Jalimah (alm) nenek kandung dari Rano Karno.


Rano Karno disela-sela kegiatan meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Sukarno M. Nur ia mengenang akan sosok ayahandanya tersebut merupakan putra asli Bonjol.


Ditemani Bupati Welly, Ia mengenang ayahnya dilokasi itu, dan dengan pembangunan kembali rumah peninggalan nenek Rano Karno ini ia mengisahkan dengan gamblang, jika ibunya keturunan Jawa Betawi. Ayahnya Sukarno M. Noor berasal dari Bonjol, tepatnya Kampung Jambak akan mendekatkan kembali kepada seluruh keluarganya di Bonjol.


“Nenek kami bernama Jalimah (Alm), ayah kami dua beradik kakak, adiknya bernama Ismet M. Noor. Mereka sudah cukup lama meninggal dunia dan nenek kami Jalimah lama tinggal dengan kami sampai akhir hayatnya,” kata Rano Karno alias Si Doel.


Rano Karno juga mengatakan jika kedepannya ia berharap akan sering pulang ke kampung halamannya di Bonjol bahkan “Kami sudah yang ketiga kalinya ini pulang kampung ke Bonjol. Pertama pada tahun 80 an diajak oleh Bank Bukopin saat peresmian kantor Bank Bukopin di Padang, saya minta tolong antarkan saya ke Bonjol pada waktu itu nenek Jalimah masih hidup dan nenek bermimpi bahwa Rano pulang kampuang. Nenek kami menyambut dengan senang hati,” kata Rano Karno mengenang.


Rano Karno berharap pembangunan kembali rumah peninggalan nenek Jalimah (Alm) di Bonjol ini, sehingga keluarga besarnya akan sering pulang ke Bonjol." Ujar Rano Karno. 


Usai kelokasi peninggalan Sang Bapaknya Sukarno M. Nur itu rombongan Wakil Gubernur DKI Rano Karno bertolak ke Bukittinggi, untuk melanjutkan kegiatan wisuda di UIN Bukityinghi pada Rabu (15/4/2026). (Zamrefdy.k)