Pasaman - Suaradaerahnews.com
P3AP2KB kegiatan Dialog Interaktif bersama Tokoh Masyarakat sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan keluarga di prakarsa oleh Provinsi di Aula Hotel Arumnas, Senin,27/04
di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur, Ketua DWP Pasaman Lusy Welly Suheri, Kadis Furqan masyarakat, seperti alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, serta tokoh pemuda dan Bundo kanduang yang berperan penting dalam membina dan menjaga keharmonisan kehidupan keluarga dan sosial.
Kepala P3AP2KB Provinsi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berdaya saing. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi perhatian bersama, terutama dalam menghadapi tantangan modern seperti pengaruh media digital, persoalan ekonomi, dan meningkatnya angka perceraian.
“Ketahanan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh masyarakat sebagai panutan dan penggerak di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, para peserta secara aktif menyampaikan berbagai pandangan, pengalaman, serta solusi terkait permasalahan keluarga yang berkembang di tengah masyarakat.
Beberapa isu yang mengemuka antara lain pentingnya komunikasi dalam keluarga, penguatan pendidikan agama sejak dini, serta peran tokoh masyarakat dalam mediasi konflik rumah tangga.
Adanya Peran kementerian Agama Kab.Pasaman melalui berbagai program, seperti bimbingan perkawinan, penyuluhan agama, dan pembinaan keluarga sakinah, terus berupaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Sinergi dengan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut.
Dalam konteks kearifan lokal, nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah juga menjadi landasan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat Minangkabau.
Kegiatan dialog interaktif ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang konstruktif serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Di akhir kegiatan, para peserta sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan peran aktif dalam pembinaan keluarga di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat.(Yunedi)

