Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemerintah kabupaten Rokan Hulu Turut Berduka cita atas Wafatnya Bapak Nifza Bin Rahman

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Pemkab Rohil ingatkan bahaya malaria

Stop karhutla Pemkab Rohil

Stop karhutla Pemkab Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat Hari Raya Idul Adha DPRD Rohil

Selamat hari Raya idul adha

Selamat hari Raya idul adha

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Bupati Kabupaten Siak

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Pelantikan Pemimpin dan anggota DPRD Rokan Hilir

Iklan

”Selamat Datang di Portal Berita Media online www.suaradaerahnews.com, semoga setiap berita yang kami sajikan kepada masyarakat bisa bermanfaat, terimakasih”
Suara Daerah News
Minggu, 08 Februari 2026, Februari 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-08T13:27:37Z
PRINGSEWU

Banner Keselamatan di Jalinsum Pringsewu, Bukan Iklan tapi Bikin Pengendara Lebih Waspada

 


Pringsewu – Suaradaerahnews.Com Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar), wilayah Pringsewu, Lampung, belakangan ini dibuat lebih waspada oleh sejumlah banner mencolok di tepi jalan. Banner tersebut bukan iklan komersial, melainkan pesan keselamatan dari Satgas Operasi Keselamatan Polres Pringsewu.


Di bawah rindangnya pepohonan sepanjang jalur penghubung Lampung–Bengkulu itu, banner berwarna hijau terang terpasang di sejumlah titik strategis. Tulisan tegas seperti “Hati-hati Daerah Rawan Laka Lantas”, “Bahaya Melawan Arus Lalu Lintas”, hingga imbauan larangan penggunaan knalpot brong seolah menyapa langsung para pengendara yang melintas.


Langkah ini dilakukan mengingat Jalinbar merupakan urat nadi transportasi antarprovinsi. Jalur tersebut dilalui kendaraan logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi dengan intensitas lalu lintas yang nyaris tak pernah sepi.


Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mengatakan pemasangan banner merupakan bagian dari strategi preventif dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026. Melalui media visual tersebut, polisi ingin menghadirkan pengingat yang terus “berbicara” kepada pengguna jalan.


“Sering kali kecelakaan terjadi bukan karena pengendara tidak tahu aturan, tapi karena lengah atau merasa sudah terbiasa dengan jalur yang dilalui. Banner ini kami pasang sebagai pengingat setiap saat,” ujar Iptu Kadek, Minggu (8/2/2026).


Ia menjelaskan, titik pemasangan banner tidak dipilih secara sembarangan. Satlantas Polres Pringsewu terlebih dahulu memetakan lokasi rawan kecelakaan, rawan pelanggaran, serta kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.


Menariknya, pendekatan ini juga menyasar sisi psikologis pengendara. Di tengah perjalanan jauh yang melelahkan, pesan singkat di pinggir jalan diharapkan mampu menjadi “alarm” yang mengembalikan fokus saat berkendara.


Selain pemasangan banner, Operasi Keselamatan Krakatau 2026 juga diisi dengan patroli dialogis serta sosialisasi ke komunitas pengemudi. Tujuannya untuk membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan kebutuhan semua pengguna jalan.


“Keselamatan lalu lintas adalah budaya. Jika semua saling peduli dan disiplin, angka kecelakaan bisa ditekan,” tegasnya.


Bagi warga yang tinggal di sepanjang Jalinbar, upaya ini turut memberikan rasa aman. Pasalnya, di balik padatnya arus kendaraan antarprovinsi, terdapat permukiman, sekolah, serta berbagai aktivitas masyarakat yang bersinggungan langsung dengan jalan nasional tersebut.


Di tengah derasnya mobilitas, banner-banner keselamatan itu kini menjadi pengingat sunyi di tepi jalan: bahwa satu keputusan kecil di balik kemudi dapat menentukan apakah seseorang pulang dengan selamat atau sebaliknya. (Wik)